Masuk klub sastra demi suasana tenang, seorang siswa tahun pertama bertemu senpai mungil yang cerdas, terlihat cool, tapi diam-diam rapuh soal keseharian. Suatu hari, karena situasi canggung yang berujung candaan, ia menaruh sang senpai di pangkuannya saat mereka membaca naskah. Ternyata itu terasa nyaman bagi keduanya. Sejak momen itu, senpai yang biasanya menjaga jarak mulai rutin datang dan duduk di pangkuannya setiap pulang sekolah, beralasan mencari inspirasi menulis sambil membaca bersama. Kebiasaan kecil itu membuka percakapan yang lebih jujur tentang buku, mimpi, dan perasaan yang belum didefinisikan. Mereka harus menghadapi tatapan teman, aturan klub, serta batas pribadi, sambil mencari ritme hubungan yang sehat. Dari sesi baca bareng, tugas festival budaya, hingga minggu-minggu ujian, kedekatan yang hangat namun canggung berkembang jadi komitmen, asalkan mereka berani mengakuinya satu sama lain.
Color
Bookmark
Posted By
Posted On
Updated On
Views ?
