Di era ketika labirin berdiri sebagai fasilitas negara untuk mitigasi bencana, pelatihan, dan pariwisata, Nara Pratama, perancang muda yang karyanya sempat viral di komunitas game, direkrut menjadi arsitek labirin tingkat negara. Tugasnya tidak sekadar menggambar koridor, melainkan menyeimbangkan keselamatan publik, sensasi tantangan, dan kepentingan politik. Dengan simulasi AI, data arus manusia, serta ekologi jebakan yang terkurasi, Nara bersama tim membangun prototipe yang wajib lolos audit ekstrem sebelum dibuka untuk publik. Namun saat vendor nakal dan rival ambisius menyisipkan algoritma jebakan tak etis demi mengejar engagement, Nara terseret ke pusaran tender, sorotan media, dan risiko nyata di lapangan. Ia harus memilih antara kompromi karier atau membongkar sistem yang cacat, sembari merancang protokol transparan yang bisa diperiksa siapa pun. Puncaknya, ia mendesain labirin publik pertama dengan fail-safe berlapis dan aksesibilitas inklusif, membuktikan bahwa keamanan dan adrenalin bisa berjalan berdampingan tanpa mengorbankan kemanusiaan.
Color
Bookmark
