Sebagai putri sulung, ia menghabiskan tahun-tahun mudanya menanggung utang keluarga, menutup skandal, dan mengorbankan mimpi demi kestabilan rumah tangga bangsawan yang rapuh. Akhirnya, hidupnya tamat dengan pahit. Saat mata terbuka kembali ke masa sebelum semua kesalahan terjadi, ia bertekad untuk berhenti jadi penyangga semua orang dan mulai hidup untuk dirinya sendiri. Bermodalkan pengetahuan tentang masa depan, ia menyusun strategi baru: mengamankan aset, membangun usaha berbasis bunga dan ramuan, serta menegakkan batasan sehat pada keluarga yang manipulatif. Di tengah intrik sosial dan permainan reputasi, hadir sosok yang menghormati pilihannya, namun romansa bukan lagi jalan pintas. Kini, setiap langkahnya di jalan bunga adalah keputusan sadar untuk meraih martabat, kebebasan, dan kebahagiaan yang dulu direnggut.
Color
Bookmark
Posted By
Posted On
Updated On
Views ?
